Kupandangi selasar putih
Dipintu engkau tertunduk sedih
Kurengkuh wajahmu
Kusapu air matamu
Sayu sayu wajahmu
Nanar mata menahan rindu
Sendu sedan yang tak bisa kau sembunyi
Meratap menjura hati
Senyum tawar menahan arti
Tiada penawar pengobat hati
Rona muka yang kian mati
Pasrah dalam simpuhan illahi
By. Theo Draco Vollan's
Tidak ada komentar:
Posting Komentar