Rabu, 02 Maret 2016

PUISIKU : HAMPAKU

Senyapku berselubung di kalbu
Angkat anganku enggan beradu
Terus berputar di otakku
Tiada daya upayaku

Tersingkir bagai harmoni yang sumbang
Merayap sepiku keawang awang
Memuja pujangga yang terus berkelana
Mencari arti kata yang bermakna

Mengembara dari hati kehati
Mencari setetes embun sebelum mati
Coba selalu riang dan bernyanyi
Sebelum semuanya pergi

                     By. Theo Draco Vollan's

PUISIKU : PUDAR

Kupandangi selasar putih
Dipintu engkau tertunduk sedih
Kurengkuh wajahmu
Kusapu air matamu

Sayu sayu wajahmu
Nanar mata menahan rindu
Sendu sedan yang tak bisa kau sembunyi
Meratap menjura hati

Senyum tawar menahan arti
Tiada penawar pengobat hati
Rona muka yang kian mati
Pasrah dalam simpuhan illahi

            By. Theo Draco Vollan's

Selasa, 01 Maret 2016

PUISIKU : LALUKU

Lamunku yang terkoyak
Di cakar tangan tangan haus cinta
Marahku yang meresah
Dibakar rasa gundah

Merahku yang kian berkecamuk
Biruku yang kian merajuk
Kuningku tersipu merunduk
Hitamku yang sombong menatap biduk

Anganku yang tak dapat ku pahami
Rasaku tak dapat kumengerti
Pecahkan keheningan gundahku
Dengarkan lagu yang menyayat pilu

Tapi......
Inilah saatku
Inilah bangkitku
Saatnya acuhkan sakitku
Mengusir segala perihku
Lenyapkan segala dukaku
Mengejar mentari yang bersinar
Menyambut hari baruku
Bersama cinta terakhirku

                 By.Theo Draco Vollan's

PUISIKU : MERINDUMU

Temaram senja luluhkan sang surya
Munculkan sang jelita gantikan sang perkasa
Selimut mega perhiasan sang dewi
Bermahkota gemerlap bintang yang menghiasi

     Sang teja malam mulai bernyanyi
      Menyambut datangnya sang suri
     Dingin sang bayu berselimut halimun
      Basah segarkan penyamun

Hati yang lara
Hasrat yang menjura
Merapat menjadi rindu
Mengobati rasa yang syahdu

      Binar hati karena dinda
       Getar rasa karena asmara
      Pandangan yang mengharap cinta
       Akankah dinda akan menyambutnya........

             By.Theo Draco Vollan's

PUISIKU : Sayap-sayap patah

Lukaku mengharu maluku
Perihku mendendang peluhku
Hitamku memikul bebanku
Rasaku hilang satu satu
   Kini hatiku kian nanar
   Matakupun gila sasar
   Lolongan demi lolongan
   Kuteriakkan lantang dan panjang
   Namun selalu saja pulang
   tanpa bayang jawaban

Senduku perlahan layu
Bersama mega dipelukan sang bayu
Sayap sayap patah menghambat lajuku
Mati..diam..beku dan bisu

Diamku semakin gagu
Kataku hanya hembusan nafasku

    Terbata hilang karna jenuhku
     Berhamburan dalam ilusiku
     Terangku kini menjadi  pilu
      Meredup semakin sayu.…......
              
                              By. Theo Draco Vollan's
  

Puisiku dikala ku terbaring di rumah sakit  RSUD SOEWONDO pati penghilang jenuhku semoga bisa menjadi hiburan bagi yang galau